Image dari Businessinsider.com
Pada artikel sebelumnya telah
diinformasikan bahwa terdapat salah satu perusahaan teknologi yang
kembali melakukan Initial Public Offering atau IPO beberapa waktu lalu.
Perusahaan tersebut adalah perusahaan aplikasi chatting Snapchat.
Dengan dukungan dari banyak sekali
investor untuk segera melakukan rilis saham secara publik, Snap selaku
induk perusahaan dari aplikasi Snapchat, tidak butuh waktu yang lama
untuk menarik perhatian masyarakat. Bahkan kini nilai saham dari
Snapchat disinyalir akan terus meningkat tajam.
CEO Snapchat Kecipratan Untung
Salah satu orang yang tentunya tersenyum
lebar berkat kesuksesan dari IPO Snapchat adalah CEO sekaligus founder
dari Snapchat, Evan Spiegel. Bagaimana tidak, perusahaan yang telah ia
besut selama beberapa tahun terakhir ini, menjadi salah satu perusahaan
teknologi paling sukses jika berbicara masalah permodalan serta langkah
untuk terjun ke bursa saham.
Di sisi lain, bagi Evan sendiri, ini
berarti tambahan keuntungan yang luar biasa besar yang masuk pada
kantongnya. Selain mempunyai pendapatan dari keuntungan Snapchat, Evan
juga mendapat tambahan keuntungan lagi sebagai bonus atas kesuksesan IPO
Snapchat.
Dari data terakhir, kabarnya Evan
mendapat tambahan bonus sembesar 37 juta lembar saham. Dengan harga
saham mencapai 21,44 dollar per saham, ditotal bonus tersebut bisa
mencapai nilai 10,6 triliun! Angka yang mampu mengantarkan dirinya masuk
dalam jajaran pengusaha teknologi paling kaya di dunia.
Untuk Memotivasi Sang CEO
Disampaikan oleh salah satu orang dalam
dari tim pengembang aplikasi Snapchat, menyampaikan bahwa keputusan
untuk memberi bonus bagi Evan bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, dengan
berbagai pencapaian yang berhasil ditorehkan oleh Evan, pihak perusahaan
merasa perlu memberi bonus khusus sebagai tambahan prestis serta
motivasi bagi pria 27 tahun tersebut.
Tidak hanya itu, pemberian bonus juga
merupakan salah satu langkah untuk memacu semangat banyak karyawan serta
pemegang saham yang terlibat dalam bisnis Snapchat.
“Kami menganggap IPO sebagai tonggak
penting yang akan memberikan likuiditas kepada pemegang saham dan
karyawan kami,” tutur orang dalam perusahaan.
Berbicara tentang pencapaian Evan untuk
perusahaan Snap sendiri, hal pertama yang perlu dibanggakan adalah
dirinya berhasil membawa aplikasi besutannya Snapchat, untuk melakukan
initial public offering dalam rentang waktu yang telah ditentukan.
Langkah go public ini bahkan menjadi salah satu yang paling sukses
setelah pencapaian perusahaan media sosial Facebook pada tahun 2012 silam.
Dari situlah, akhirnya pihak perusahaan
memberikan modus sebesar 3% saham yang telah disampaikan sebelumnya.
Pemberian saham tersebut, tidak dilakukan secara serentak melainkan
dilakukan secara bertahap selama kurun waktu 3 tahun.
Dalam waktu yang cukup singkat nilai
dari saham perusahaan snap berhasil naik hingga 40%. Dengan level
tertinggi di angka 26, 05 dollar. Dengan begitu nilai kapitalisasi pasar
saham snap sudah berhasil menyentuh angka 35 miliar dollar.
Menurut perusahaan, nilai awal dari
saham Snap saat melakukan IPO yakni berkisar antara 17 dollar per lembar
saham. Dari rata-rata nilai saham yang ada, Snap bisa berbangga hati
karena berada di deretan atas dengan kisaran IPO sekitar 14 hingga 16
dolar per saham saja. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hal ini
pernah ditorehkan perusahaan Facebook pada tahun 2012.
Total Kekayaan Evan Spiegel
Jika ditotal, maka dengan tambahan bonus
tersebut kekayaan Evan bisa mencapai 5,5 miliar dollar atau dalam kurs
rupiah saat ini setara dengan Rp73,3 triliun.
Jumlah kekayaan yang mampu dikumpulkan
oleh Evan Spiegel sejak pertama kali mengembangkan Snapchat hingga saat
ini, dapat diraih karena dirinya sama sekali tidak pernah menjual saham
yang didapatkan. Hal tersebut juga dilakukan oleh co founder Snapchat
Bobby Murphy, yang akhirnya mengantarkan dirinya sebagai salah satu
pengampu keputusan dalam perusahaan teknologi tersebut.
Mengenai pembagian jumlah saham menurut
kelasnya, saat ini untuk saham Snap untuk kelas C, 50% dikuasai oleh
Evan dan 50% milik Bobby Murphy dengan tambahan ketentuan 10 banding
satu hak suara. Sedangkan untuk saham kelas A yang ditawarkan kepada
publik, tidak diikuti dengan hak suara.


0 komentar:
Post a Comment
= > Silahkan berkomentar sesuai artikel diatas
= > Berkomentar dengan url ( mati / hidup ) tidak akan di publish